Prologue

Entah berapa kali sudah kubuat, kutulis, kuhapus dan kulupakan halaman-halaman yang sengaja kubuat untuk menjadi pelampiasan hasrat menulisku yang tidak menentu ini, hasrat menulisku yang naik dan turunnya lebih dinamis jika dibandingkan dengan ombak-ombak di lautan yang membentang luas indah di Indonesia. 

Aku menulis disaat aku ingin menulis, kutulis sesuatu yang kubaca, sesuatu yang kudengar, atau sesuatu yang kutonton dari sebuah adegan yang menurutku kata-kata itu bermakna untukku dan kurasa penting untuk kutulis agar selalu bisa kuingat. 


Entah ada berapa banyak lembaran-lembaran kertas yang berserakan di atas kasur, terabaikan di kolong meja dan kasur, terlipat dan terlupakan di tumpukan buku-buku... Jika mereka semua adalah makhluk hidup yang bisa merasa dan berbicara, mungkin mereka akan menangis sedih, atau bahkan berteriak marah kepadaku. 

Selagi mereka belum bisa merasa, belum bisa berbicara aku berpikir untuk mengumpulkan, menulis ulang, dan menyimpan mereka di tempat yang baik. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan bukan? mungkin saja besok ada seorang ilmuwan yang berhasil menciptakan alat yang membuat kertas-kertas menjadi bisa merasa dan berbicara seperti yang terjadi di cerita tentang robot kucing berwarna biru. Atau bahkan mungkin malam nanti saat aku tertidur lelap lewat lah seorang penyihir dengan menggunakan sapu terbangnya membawa ramuan sihir yang tidak sengaja tumpah ke jendela kamarku dan kemudian tetesannya membuat kertas-kertas itu hidup. 

Memangnya di mana tempat yang baik untuk lembaran kertas yang sudah tak terpakai? 
Tahukah kamu? dibeberapa negara di Asia seperti Jepang, Korea atau China, disaat seseorang meninggal, mereka membakar jasadnya dan kemudian menebarkan sebagian abunya di tempat yang orang itu sukai saat hidup. Dengan begitu, orang itu bisa pergi ke akhirat dan kemudian bereinkarnasi. Ya! aku akan membakar lembaran-lembaran kertas itu sehingga mereka bisa bereinkarnasi ke dalam bentuk digital. Berdampingan dan tersusun rapih di blog ini. 

Semoga saja aku bisa mereinkarnasi mereka semua ke dalam blog ini... 

Komentar